Sandal Santai, Sandal Spon/mika, Sandal Weekend/Selop, Sandal Bapao, Sandal Wedges, Sandal Gladiator, Sandal Batik, Sandal Kelom, Sandal Gunung. Sepatu Balet, Sepatu Kanvas, Sepatu Wedges, Safety Shoes, Sepatu Kulit Asli/Sapi, Sepatu Batik, Sepatu Pantopel, Sepatu Casual, Sepatu Haji/Umroh, Sepatu Olahraga

SELAMAT DATANG DI SANDAL SEPATU CIOMAS BOGOR

SANDAL SEPATU FASHIONABLE, MODEL MODERN, HARGA MURAH
MUDHOROBAH CLUB (ALIKS COLLECTION) MEMPRODUKSI LEBIH 400 MODEL SANDAL SEPATU PRIA & WANITA (Sandal Santai, Sandal Spon/mika, Sandal Weekend/Selop, Sandal Bapao, Sandal Wedges, Sandal Gladiator, Sandal Batik, Sandal Kelom, Sandal Gunung. Sepatu Balet, Sepatu Kanvas, Sepatu Wedges, Safety Shoes, Sepatu Kulit Asli/Sapi, Sepatu Batik, Sepatu Pantopel, Sepatu Casual, Sepatu Haji/Umroh, Sepatu Olahraga).
JUGA MELAYANI MAKLON (MODEL/MERK SENDIRI) HUB.0251-8636024 Hp.0813-10620-126 (PIC: ALIK) atau langsung ke: BUKIT ASRI Blok D-14 No.18-19 CIOMAS BOGOR
Permintaan Gambar Model Sandal Sepatu, Daftar Harga dan penjelasan silahkan masukan alamat email Anda di sini:


(misalnya nama.anda@mail.com)

    Bagaimana Cara Mengajukan Pinjaman Selain Bank?

  • Pertanyaan

    Assalamualaikum,

    Jika ternyata semua bank masih dikategorikan haram, lalu apabila memang kita sangat membutuhkan pinjaman, maka menurut Islam yang paling aman kita ajukan ke mana?

    Jawaban

    Wa’alaikumussaalam.

    Saudara Giar, untuk memenuhi pembiayaan, banyak alternatif yang dapat ditempuh:

    1. Jual aset. Dari situ, hasil penjualan, maka bisa digunakan membiayai kebutuhan.
    2. Pinjam dari saudara atau teman, yang tentunya tanpa bunga atau denda (tanpa ada agunan).
    3. Sama dengan opsi kedua, namun dengan tambahan agunan, untuk meyakinkan pihak pemberi piutang tentang keseriusan Saudara dalam melunasi utang.
    4. Beli barang dengan pembayaran terutang, dengan tanpa bunga, penalti, atau denda bila telat bayar.
    5. Bersabar; perlu ditekankan: hendaknya Saudara membedakaan antara kebutuhan yang didasari oleh kepuasan, gengsi, atau mengikuti tren dengan kebutuhan yang benar-benar kebutuhan (primer).

    Sering kali, kita menganggap suatu kebutuhan sebagai kebutuhan mendesak, padahal tidak demikian.

    Wassalamu ‘alaikum.


  • blog comments powered by Disqus